Iklan

Kamis, 16 September 2021, 19.07.00 WIB
Last Updated 2021-09-16T12:07:21Z
Berita Hari Ini

Pembacokan dilahan Ex HGU Tungurono,Polisi Masih Tungu Kondisi Kesehatan Korban Lakukan Penyelidika

Berita Viral

 

Korban pembacokan dilahan ex HGU Tungurono

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Kasus pembacokan terhadap Suyanto (43) warga Dusun Ban Rejo, Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai,  Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Selasa (14/9) lalu, hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian Polres Binjai. 


Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/9).


Menurut Yayang, saat ini kondisi kesehatan korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam masa perawatan akibat luka senjata tajam di bagian kepalanya.


"Saksi korban belum bisa kita mintai keterangan, nunggu kondisinya sudah agak membaik nanti baru kita ambil keterangannya," ujar Yayang.


Disoal apakah pelaku pembacokan adalah kelompok preman bayaran mafia tanah yang sengaja disuruh untuk membuat keributan, Perwira Polisi Pertama ini menegaskan belum dapat memastikannya. 


"Bagaimana kita menyebut itu kelompok preman bayaran mafia tanah, sementara saksi korban saja belum kita periksa. Jadi kalau ada yang bilang pelaku itu sekelompok preman bayaran mafia tanah, itu tidak benar. Kecuali penyelidikan dan penyidikan sudah dilakukan, baru kita dapat menduga siapa pelaku tersebut," pungkasnya.


Sementara itu, Daud Ketaren, pemilik lahan yang mempunyai alas hak sesuai SK Gubernur tahun 1951, serta dikuatkan dengan SK Lurah Mencirim pada tahun 2010 yang ditandatangani oleh Erwin Syahputra S. Sos selaku Lurah Mencirim, membenarkan jika korban pembacokan (Suyanto) belum diambil keterangannya oleh Pihak Kepolisian. 


"Betul, korban belum diambil keteranganya. Sepertinya besok siang dijadwalkan," ujar Daud Ketaren, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/9) Sore, sembari mengatakan bahwa ia bersama beberapa rekannya, baru saja menjenguk korban dirumahnya. 


Sebelumnya, sekelompok pria membacok kepala Suyanto (43), pekerja pembuat tapal batas lahan di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.


Dalam kejadian ini, para pekerja diserang sekelompok orang dengan menggunakan penutup wajah dan membawa senjata.


Mereka mendatangi para pekerja yang saat itu sedang mengerjakan pembuatan Tapal Batas lahan. Namun, para pekerja yang saat itu ketakutan memilih untuk pergi agar tidak terjadinya keributan dengan sekelompok orang yang umumnya memakai Sebo. 


Naas, salah seorang pekerja bernama Suyanto, mengalami luka bacok di bagian kepala dan dibawa ke Rumah Sakit Bangkatan oleh rekannya untuk mendapatkan perawatan medis.


Atas kejadian itu, akhirnya Suyanto didampingi kuasa hukumnya, Ferdinand Sembiring, membuat laporan ke Polres Binjai.


Dari keterangan yang diperoleh, korban yang akrab disapa Anto ini mengalami luka serius akibat terlalu banyak mengeluarkan darah saat menjadi korban penyerangan tersebut. 


"Ada 9 jahitan di bagian kepala belakang bang," ungkap Suyanto, saat ditemui di Polres Binjai. 


Sementara itu, Ferdinand Sembiring, yang merupakan Kuasa hukum Daud Ketaren, pemilik lahan eks PTPN ll Tunggurono, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, saat menemani Suyanto membuat laporan di Polres Binjai, menegaskan bahwa korban (Suyanto) saat ini dalam kondisi lemah. 


Sat Reskrim Polres Binjai juga sudah melakukan cek TKP dan menerima laporan korban sesuai tanda bukti laporan Nomor : STPLP/242/Vll/2021/SPKT-A RES BINJAI.


Berdasarkan laporan polisi nomor :LP/B/597/IX/2021/SPKT/Polres Binjai,

Suyanto (43) Warga Kwala Mencirim merupakan korban penganiayaan di lahan Eks HGU PTPN ll Tunggurono, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur. Sangkaan pidana umum UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 170 sub 351 KHUP. (Lia)