Iklan

Selasa, 21 September 2021, 21.47.00 WIB
Last Updated 2021-09-21T14:47:39Z
Berita Hari Ini

Pertamina MOR : Konsumen Boleh Beli BBM Non Subsidi Dengan Jerigen Ber SNI

Berita Viral

 


Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 Medan, Yanto Nurhadiyanto, Kamis (16/9) lalu menjelaskan, bahwa konsumen hanya boleh membeli BBM non subsidi dengan jerigen ber SNI. 


Meski begitu, kata Yanto, BBM non subsidi yang dijual dengan jerigen tidak untuk diperjual belikan. Selain itu, wajib menyertakan surat pendukung dari Instansi atau Dinas yang berwenang.


"Jerigen yang tidak berstandar SNI sangat rentan dengan listrik statis yang menyebabkan insiden di SPBU. Jika ada keluhan atau melihat ketidak sesuaian di SPBU bisa menghubungi kontak person 135," bebernya. 


Terkait sanksi, kata Yanto, pihaknya akan melakukan kroscek terlebih dahulu. 


"Jika pelanggaran memang benar terjadi bisa diberikan teguran atau sanksi berdasarkan hasil pemeriksaan," pungkasnya.


Pernyataan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 Medan, Yanto Nurhadiyanto, tentunya dapat menjadi panduan bagi SPBU yang diduga kerap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat hingga puluhan jerigen. 


Salah satunya adalah SPBU yang berada di Kecamatan Kuala dan Salapian, Kabupaten Langkat, yang diduga kerap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat hingga puluhan jerigen. 


Sebab, puluhan jerigen BBM itu diangkut dengan cara menggunakan mobil Pick Up, Sepeda Motor, maupun Mobil pribadi jenis Toyota Kijang serta Daihatsu Taft, dengan cara memasukkan BBM kedalam jerigen.


Diberitakan sebelumnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Kuala dan Salapian, Kabupaten Langkat, diduga kerap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat hingga puluhan jerigen. 


Puluhan jerigen BBM itu diangkut dengan cara menggunakan mobil Pick Up, Sepeda Motor, maupun Mobil pribadi jenis Toyota Kijang serta Daihatsu Taft. Umumnya, BBM yang dijual pihak SPBU ke jerigen didominasi jenis Pertalite dan Solar. 


Seringnya pihak SPBU menjual BBM hingga puluhan jerigen mulai dikeluhkan pengendara. Sebab, pengendara kerap tidak kebagian BBM ketika singgah ke SPBU dan terpaksa mengisi di eceran. 


Keluhan masyarakat mulai beredar di media sosial. Bahkan, dari pembicaraan pengguna media sosial, pihak SPBU disebutkan menerima uang tambahan sebesar Rp 5.000 (Lima Ribu Rupiah) untuk mengisi 20 liter BBM kedalam 1 jerigen. 


Sementara itu, pihak SPBU Kuala, tidak menepis penjualan BBM ke masyarakat dengan menggunakan jerigen.


"Lihat sendiri minyak yang kami jual. Itu untuk bantu masyarakat cari makan. Masyarakat yang jauh di Desa itukan perlu BBM juga," kata seorang wanita yang enggan menyebutkan namanya, Senin (20/9) kemarin. 


Di SPBU Kuala, terpantau pengisian BBM jenis Pertalite ke dalam jerigen dalam jumlah besar. Puluhan jerigen tersusun memenuhi Mobil Pick Up sembari diisi langsung oleh pembeli.


Meski begitu, pihak SPBU Kuala mengaku hal tersebut bukan lah masalah. "Yang jadi masalah itu, masyarakat Desa tidak tersentuh SPBU. Semestinya Pertamina menjalankan program Perstashop yang dapat dikelola langsung oleh warga," tegas wanita berambut ikal itu. 


"Banyak warga Desa yang punya uang dan bisa kelola Pertashop. Tapi mereka tidak tahu bagaimana membuka usaha itu. Kalau Pertashop bisa dikelola warga, sudah pasti BBM sampai ke pelosok Desa," tambahnya. 


Terkait menjual BBM ke jerigen tidak ber SNI dapat memicu kebakaran, wanita berkulit putih itu langsung menepisnya. "Yang bahaya kalau merokok di SPBU. Kalau pakai jerigen itu masih aman," tegasnya.


Terpisah, pengawas SPBU Salapian, P Sitepu, mengakui penjualan BBM ke jerigen sesuai petunjuk pihak pertamina. "Kita ikut aturan saja. Kata pertamina boleh, tapi harus 3 jerigen per orang. Inikan untuk bantu masyarakat juga. Kalau memang kata Pertamina tidak boleh, ya sudah nanti tidak kita kasi lagi," ucapnya. (Kus)