Iklan

Kamis, 09 September 2021, 15.14.00 WIB
Last Updated 2021-09-09T08:14:23Z
Berita Hari Ini

Terkait Penanganan LP Percobaan Pembunuhan Wartawan, Polres Binjai Dinilai Tak Serius

Berita Viral

 

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Terkait penanganan laporan percobaan pembunuhan terhadap Syahzara Sopian yang merupakan wartawan Metro 24, serta laporan pembakaran rumah M Syabarsah, yang tak lain adalah orangtua dari Syahzara Sopian, kedua korban menilai Polres Binjai tidak serius dalam menangani laporan mereka. 


Sebab menurut mereka, sampai saat ini DPO dalam kasus pembakaran rumah M Syabarsah, masih berkeliaran. Tidak menutup kemungkinan para DPO yang berjumlah 4 orang tersebut bisa saja kembali melakukan aksi terornya. 


Kekhawatiran itu diungkapkan oleh Syahzara Sopian, Kamis (9/9). Sebab menurutnya, salah seorang DPO berinisial HC, sempat bertemu dengan Syahzara Solihin, yang tak lain adalah anak dari M Sabarsyah dan juga merupakan adik kandungnya, di Kantor PUPR Kota Binjai, Rabu (8/9) kemarin. 


Menurut Syahzara Sopian, saat adiknya (Syahzara Solihin)  bertemu dengan HC, Solihin langsung menghubungi dirinya guna untuk menginformasikan bahwa ia bertemu terduga DPO dalam kasus pembakaran rumah orangtua mereka.


Saat itu juga, lanjut Syahzara Sopian, ia langsung menghubungi Aipda Edi Sucipto, selaku penyidik dalam kasus pembakaran rumah M Sabarsyah. 


"Coba hubungi opsnal, iya dia masuk dalam DPO," kata Syahzara Sopian menirukan ucapan Aipda Edi Sucipto, Rabu (8/9).


Tidak hanya itu, menurut pengakuan Sopian,  dirinya juga langsung menghubungi Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rezki Pratama. Namun setelah beberapa kali dihubungi yang bersangkutan tidak menjawab panggilan telepon dari Sopian.


Sementara itu, Syahzara Sopian juga mengirimkan pesan singkat via Whatsapp untuk memberitahukan keberadaan DPO. Namun Yayang terkesan bungkam dan tidak mau merespon laporan dari korban.   


Terpisah, M Sabarsyah sendiri mengaku bahwa Polres Binjai harus proaktif dalam penanganan laporan pembakaran rumahnya.


"Kenapa polres Binjai bekerja sampai di tersangka RS dan UP. Kenapa empat orang lagi bebas berkeliaran, apa tidak ada lagi hukum yang berlaku secara adil dan benar. Kami selaku korban sangat mengharapkan penegakan hukum yang seadil adilnya," ungkapnya, Kamis (9/9). (Tim)