Iklan

Jumat, 29 Oktober 2021, 21.45.00 WIB
Last Updated 2021-10-29T14:45:40Z
Berita Hari Ini

PAD Restribusi Dari Terminal Binjai Minim,Sewa Lahan Capai Rp.300 Juta

Berita Viral

 

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Walau sudah berstatus type B, namun keberadaan Terminal Bus Binjai yang beralamat di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, masih dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai.


Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, Syahrial, saat dikonfirmasi terkait status type Terminal itu.


"Statusnya type B, karena Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) boleh masuk ke terminal. Dengan status itu, memang seyogyanya dikelola oleh Pemerintah Provinsi. 


Namun dikarenakan lahan dilokasi yang dijadikan terminal tersebut masih menyewa dengan PT KAI, maka Pemprov belum mengambil alihnya," ungkap Syahrial, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (29/10).


Sebelumnya, kata Syahrial, Pemko Binjai sudah menyerahkan Terminal Bus itu kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. "Walau sudah kita serahkan, tapi Pemprov belum mengambilnya. Pertimbangannya dikarenakan lahannya masih menyewa. 


Maka terhadap keberadaan terminal itu, akan diusulkan kembali menjadi type C yang memang lokasinya harus di Kabupaten Kota," urainya.


Disoal darimana anggaran yang dikeluarkan untuk biaya sewa menyewa lahan yang disewa dari PT KAI dan diperuntukkan untuk Terminal Bus tersebut, Pria berpostur tinggi ini menjelaskan jika bianyanya diambil dari anggaran Pemko Binjai.


"Untuk sewanya yang harus dibayarkan kepada PT KAI saat ini sebesar Rp 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah) per 2 tahun. Namun untuk retribusinya masuk ke PAD Pemko Binjai. Hal itu juga didasari karena terminal peruntukannya untuk masyarakat umum," beber Syahrial.


Saat disinggung apakah pada tahun ini akan memenuhi target yang ditentukan dari hasil retribusi yang dikutip dari Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Mobil Penumpang Umum (MPU), dengan tegas Syahrial terlihat pesimis untuk mencapai target.


"Srpertinya dari retribusi untuk tahun ini tidak terpenuhi. Salah satu faktornya dikarenakan jumlah angkutan umum yang terus menurun dikarenakan banyaknya ojek online," beber Syahrial.


Pun begitu, lanjutnya, walau sewa menyewa lokasi Terminal Bus itu dibayar oleh Pemko Binjai, namun dirinya menjelaskan bahwa keberadaan Warung maupun loket loket Bus yang ada dilokasi terminal tidak termasuk didalamnya.


"Kalau warung para pedagang maupun loket loket bus yang ada, mereka membayar langsung sama PT KAI. Kita hanya mengelola kamar mandi dan WC umum serta Musholla, karena itu aset Pemko Binjai," beber Kadis Perhubungan Kota Binjai.


Pun begitu, jika rencana yang akan diusulkan kembali oleh Pemko Binjai kepada Pemprovsu agar status Terminal Bus tersebut menjadi Type C, Syahrial menegaskan akan ada dampak dari perubahan status itu. 


"Sebab kalau type C, berdasarkan aturan hanya MPU saja yang boleh masuk, sementara Bus AKAP tidak boleh masuk. Tentunya hal ini berdampak pada tumbuhnya terminal terminal bayangan," urai pria yang juga pernah menjabat sebagai Kasatpol PP Kota Binjai ini.


Menurut Syahrial, sebelumnya Pemprovsu berencana akan membangun Terminal Type B di Kecamatan Binjai Timur, tepatnya disekitar KM 19, yang merupakan lahan eks HGU PTPN 2. Namun ia tidak mengetahui alasannya mengapa hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi.


Terpisah, Kepala Bidang Retribusi dan Pajak Daerah Lainnya di BPKPAD Kota Binjai, Elfitra Hariadi, saat dikonfirmasi awak media terkait berapa jumlah besaran retribusi untuk tahun 2021 yang ditargetkan Pemko Binjai dari pendapatan retribusi di Terminal Bus Binjai, ia menjelaskan bahwa target yang ditetapkan sebesar Rp 229.243.500 (Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Rupiah).


"Untuk targetnya ditahun 2021 ini sebesar Rp 229.243.500. Namun hingga September ini baru terealisasi sebesar Rp 50.815.000 atau baru sekitar 22,17 persen saja," kata Elfitra.


Diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM.15 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek terhadap type type terminal dijelaskan, untuk status Terminal dengan Type A berada di Ibukota Negara. Type B yaitu Pemprovsu, sedangkan Type C yaitu Kabupaten/Kota. (Tra)