Iklan

Senin, 04 Oktober 2021, 21.23.00 WIB
Last Updated 2021-10-04T14:23:18Z
Berita Hari Ini

Penganiayaan Dilahan Exs PTPN II Jalan Ditempat

Berita Viral

 

 Lazim Surbakti SH (kanan) bersama rekannya Ferdinand Sembiring

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Pasca terjadinya penganiayaan yang terjadi dilahan eks PTPN ll, yang berada di Kelurahan Timbang Langkat, akhirnya korban yang diketahui bernama Abdul Karim, membuat laporan di Polres Binjai, didampingi Kuasa Hukumnya, Lazim Surbakti.


Namun hingga saat ini, berdasarkan laporan korban tertanggal 6 Juli 2021, para pelaku penganiayaan belum juga berhasil diamankan oleh aparat Kepolisian. 


"Saya menilai sampai saat ini kasusnya masih jalan ditempat. Untuk itu kami minta kepada Bapak Kapolres Binjai, agar segera me-evaluasi Kinerja Satuan Reskrim. Sebab laporan saya sampai saat ini belum terungkap," ucap Abdul Karim dengan nada kecewa, saat dikonfirmasi awak media, Senin (4/10).

 

Adapun laporan kasus tindak pidana penganiayaan dengan Pelapor Abdul Karim adalah dengan nomor :  LP/B/443/VII/2021/SPKT/ Polres Binjai, tertanggal 6 Juli 2021, yaitu terkait kasus penganiayaan di Jalan Pangeran Dipenogoro, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.


Selain itu, kata Abdul Karim, penganiayaan juga dialami oleh rekannya yang bernama Suyanto, dengan nomor LP/B/597/IX/2021/Polres Binjai pada tanggal 14 September 2021 lalu, juga belum menunjukkan titik terang.

Akibatnya, Abdul Karim yang menjadi korban sekaligus sebagai Pelapor, mengaku kecewa terhadap kinerja Polres Binjai.


"Laporan pengaduan saya sepertinya tidak berlanjut. Padahal pelaku berkeliaran diseputaran kota Binjai," cetusnya, seraya menegaskan jika pelaku merupakan penggarap lahan milik Daud Ketaren. 


Sementara itu, Suyanto, korban penganiayaan yang melaporkan tindak pidana yang menimpa dirinya pada tanggal 14 September 2021 lalu, juga menilai laporan pengaduannya tidak ada menunjukkan tanda tanda perkembangan di Polres Binjai.


"Saya berharap agar pelaku secepatnya ditangkap. Saya yakin dengan Kapolres Binjai yang baru AKBP Ferio Sano Ginting, mampu bekerja dengan profesional demi terciptanya kota Binjai yang Kondusif," pungkasnya.


Terpisah, Kuasa Hukum kedua Korban (Abdul Karim dan Suyanto) yaitu Lazim Surbakti SH, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah pernah mencoba melakukan mediasi dengan para penggarap dan orang Daud Ketaren, pada Rabu (22/9) kemarin.


Dalam mediasi tersebut, lanjut Lazim Surbakti, kedua belah pihak sepakat untuk bertemu pada hari Senin (27/9) lalu, serta bersama sama menunjukkan bukti alas hak atau bentuk surat dari masing masing kelompok yang bertikai.


"Namun pihak penggarap yang sebelumnya mengatakan siap hadir pada hari Senin untuk membawa buktinya, hingga saat ini tidak ada kabar," terang Lazim Surbakti.


Lazim Surbakti SH yang juga diketahui Penasehat Hukum dari Daud Ketaren ini meminta kepada pihak kepolisian Polres Binjai, agar segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap kliennya.


"Ini tugas penting kepada Kapolres Binjai yang baru menjabat, saya yakin beliau mampu bekerja dengan profesional dan cepat mengungkap kasus penganiayaan yang dialami klien saya," ucapnya. 


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (4/10) terkesan bungkam dan tidak merespon konfirmasi awak media terkait perkembangan dua LP di Polres Binjai yang dimaksud.


Diketahui, Kedua korban saat dianiaya oleh Pelaku sedang melakukan pembuatan Tapal Batas dilahan milik Daud Ketaren, yang mempunyai alas hak berdasarkan SK Gubernur tahun 1951 yang dikeluarkan pada tahun 1953, serta diperkuat dengan SK Lurah Mencirim pada tahun 2010 yang ditandatangani oleh Erwin Syahputra S.Sos, selaku Lurah Mencirim. (Tra)