Iklan

Kamis, 14 Oktober 2021, 17.54.00 WIB
Last Updated 2021-10-14T10:54:42Z
Nasional

Presiden RI Dijadwalkan Akan Menerima Tongkat Estafet Presiden G20 Dari PM Italia

Berita Viral

 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Presiden RI Joko Widodo, dijadwalkan akan menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari PM Italia pada 30-31 Oktober 2021 di Roma.


Hal itu berdasarkan Konferensi Tingkat Tinggi G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi pada 22 November 2O2O, yaitu Indonesia ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022. 


Sedangkan kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Bali pada Tahun 2022.


Namn, walau rencana kegiatan yang akan digelar di Bali tersebut dinilai sangat baik, namun ada juga sebagian masyarakat yang menyesalkan digelarnya kegiatan tersebut disaat Indonesia masih dalam masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.


Salah seorang yang ikut berkomentar dalam hal ini adalah Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD Kahmi) Kota Binjai Herry Dani SE MBA. Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia, kita boleh berbangga dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah KTT G-20 dan Presiden Jokowi akan menerima tongkat estafet presidensi G-20. 


Namun, kata Pria yang juga Dosen Ekonomi Syariah STAIS Al Islahiyah Binjai ini, disisi lain seiring dengan itu kita juga perlu menyikapi beberapa hal, sebab mengingat pandemi covid-19 belum usai, maka Kegiatan KTT yang dilaksanakan di Bali harus dilaksanakan mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes).


"Kita juga harus menghormati para tamu dan berupaya menjaga keamanan dan ketertiban supaya acara tersebut dapat berjalan lancar. Untuk itu, peran pemerintah berpadu dengan Masyarakat khususnya warga Bali, untuk sama sama mensukseskan acara tersebut," ungkap Herry Dani.


Sedangkan peran yang paling strategis menurut Herry Dani ada di pihak Pemerintah. "Dalam hal ini pemerintah kiranya dapat mewarnai KTT tersebut agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat indonesia disinergikan dengan kepentingan negara negara lainnya dalam upaya mewujudkan stabilitas ekonomi global dan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fungsi penganggaran, legislasi dan pengawasan yang efektif dari parlemen

. Jadi apa yang menjadi tujuan G-20 tersebut jangan hanya sebatas jargon saja, tetapi yang terpenting adalah terbukti dalam implementasinya," ungkap Pria berkacamata ini. 


Peran Indonesia dalam menentukan agenda prioritas dan memimpin rangkaian pertemuan G20 sebagai yang selama ini berjalan menurut Herry Dani, juga harus tetap dipertahankan.


Sebab menurutnya, tema utama KTT, yaitu "recover together, recover stronger" yang salah satunya artinya pulih bersama dan tangguh bersama, supaya benar benar nyata dalam tata pergaulan Internasional.


Sedangkan dari aspek ekonomi, ada beberapa poin yang menurut Herry Dani dapat menguntungkan negara kita, yakni terbukanya peluang peningkatan konsumsi domestik dan penambahan PDB, seperti :


- Penyerapan/pelibatan tenaga kerja di berbagai sektor industri di masa mendatang yang akan mendorong confidence dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi yang mendorong kemitraan global yang saling menguntungkan


- Indonesia harus bisa mengambil manfaat dari KTT ini. Indonesia diharapkan dapat berkontribusi mendukung pemulihan ekonomi domestik


- KTT harus menjawab tantangan dan permasalahan yang ada seperti penanganan krisis, arsitektur keuangan internasional, perdagangan internasional, pengembangan infrastruktur, perpajakan internasional dan penguatan Global Partnership.


- Membahas bagaimana strategi dan cara untuk dunia keluar dari pandemi.


- Untuk mendorong pemulihan ekonomi dunia yang merata dan pertumbuhan ekonomi yang makin kuat dan berkelanjutan, maka Presidensi Indonesia perlu mengangkat sejumlah agenda prioritas seperti

 bagaimana melindungi negara-negara berkembang dari efek limpahan yang ditimbulkan oleh normalisasi kebijakan di negara-negara maju.


"Intinya perlu ditegaskan lagi supaya Indonesia benar benar punya posisi daya tawar (bargaining position) sehingga KTT ini tidak hanya terkesan sebagai rutinitas pertemuan secara bergiliran saja," ujar Herry Dani.


Diketahui, Forum G-20 merupakan ”The Only Global Premier Economic Forum” yang menjadi representasi perekonomian dunia, karena negara-negara yang tergabung di dalamnya menguasai 85 persen dari PDB dunia.


P20 dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi antarparlemen guna mewujudkan tujuan G20 yaitu mencapai stabilitas perekonomian global dan pertumbuhan berkelanjutan melalui fungsi penganggaran, pembuatan undang-undang, dan pengawasan yang dimiliki parlemen. (Tra)