Iklan

Jumat, 22 Oktober 2021, 16.16.00 WIB
Last Updated 2021-10-22T09:16:56Z
Berita Hari Ini

Proyek JDU Air Minum Dikeluhkan Warga

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Hingga kini, proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang Provinsi Sumatera Utara, yang berada di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, masih menyisakan kesengsaraan bagi warga sekitar.


Sebab, selain berdampak financial bagi warga karena pembangunan tersebut menutup sebagian akses jalan sehingga para pedagang menjadi merugi, pembangunan proyek yang diketahui menelan anggaran sekitar 400 miliar lebih ini juga menyisakan debu bagi masyarakat sekitar dikarenakan sisa pengorekan tanah yang dibawa oleh truk, tampak berjatuhan disepanjang jalan yang dilintasi karena jarang disiram.


Terkait keluhan warga, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Camat Binjai Selatan, Bambang Lestrika Budimayansyah. Menurut pria yang genap sebulan menjabat sebagai Camat, pihaknya sudah mendengar adanya keluhan masyarakat sekitar terkait dampak dari pembangunan itu.



"Saya akan segera komunikasi sekaligus berkordinasi dengan forkopimca," ungkap Bambang, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/10) siang.


Sebagai Camat Binjai Selatan, Bambang juga berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat sekitar kepada pihak kontraktor/pengembang.


"Tidak hanya forkopimca, pastinya kita juga akan segera berkordinasi dengan pihak pengembang," ungkap Camat Binjai Selatan.


Pun begitu, sebagai Camat Binjai Selatan, Bambang mengaku sudah menginstruksikan Lurah Binjai Estate, untuk memediasi keluhan masyarakat.


"Benar, sebelumnya saya sudah menginstruksikan Lurah Binjai Estate untuk mediasi warga," kata Bambang Lestrika Budimayansyah diakhir pembicaraannya.


Diketahui, proyek pengerjaan penggalian pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, dinilai tidak profesional.


Sebab, karena tidak adanya terlihat plank proyek, warga sekitar juga harus menghirup debu disaat cuaca panas, serta mengganggu pengguna jalan karena sisa pengerukan tanah yang dibawa truk, tampak berceceran disepanjang jalan yang dilintasi.


Menurut warga, selama pelaksanaan pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) pipa PDAM, pihak kontraktor jarang terlihat melakukan penyiraman disepanjang jalan yang dilalui truk pembawa material tanah itu.


Warga juga menuding kalau pihak pengembang tidak ada memberikan konpensasi apapun. Sebaliknya, warga setiap harinya malah menghirup udara yang tidak sehat akibat pencemaran udara yang timbul sehingga menyebabkan polusi debu yang cukup tebal.


Warga juga mengakui, sebelumnya sejumlah warga sudah mengadukan persoalan dampak JDU itu ke Kelurahan Binjai Estate.


"Sebelumnya ada sekitar 19 orang warga yang melaporkan hal ini ke kantor Lurah," ungkap warga lainnya yang mengaku bernama Sakimin.


"Debu pekat itu tentunya mengganggu aktifitas kami. Saya jualan disini  namun semenjak pengerjaan pipa berlangsung, pembeli jadi sepi karena akses jalan kesini ditutup," kata warga lainnya. (Tra)