Iklan

Kamis, 18 November 2021, 19.34.00 WIB
Last Updated 2021-11-18T12:34:56Z
Berita Hari Ini

Anggota Satgas Pamrahwan Maluku Dipercaya Jadi Pendidik Di SMA-22

Berita Viral


 Maluku - Metrolangkat-binjai.com


Anggota Satuan Tugas Pamrahwan Batalyon Arhanud 11/WBY, dipercaya untuk menjadi Tenaga pendidik (Gadik) di SMA 22 Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (18/11).


Menurut Dansatgas Batalyon Arhanud 11/WBY Letkol (Arh) Rendra Febrandari Suparman, S.I.P,  adapun kegiatan Gadik yang dilakukan oleh anggota Satgas Pos Kout merupakan suatu bentuk mendidik kedisiplinan dan meningkatkan semangat bela negara.


"Tujuannya yaitu guna menanamkan kebiasaan dalam kehidupan sehari hari serta menumbuhkan jasmani yang tanggap, tangkas, disiplin dan bertanggung jawab," tegas Dansatgas.


Sementara itu, Sertu Lingga selaku Danpos Kout, menjelaskan, ia beserta tiga orang anggotanya yang menjadi tenaga pendidik, berusaha mengajarkan kepada anak anak SMA 22 Hatusua tentang pembentukan mental dan kedisiplinan dengan mengajarkan baris berbaris. 

“Anak anak SMA ini kelak akan menjadi generasi penerus bangsa, maka dari situ kami ajarkan kedisiplinan untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta tanah air," pungkasnya.


Apresiasi pun diberikan oleh para Guru SMA 22 Hatusua. Salah satunya adalah Samuel. Ia menuturkan, sebelum melaksanakan kegiatan sebagai tenaga pendidik, Personil Satgas sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak Sekolah tempat dirinya mengajar.


"Pastinya kamipun merasa senang dan terbantu. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan bapak bapak Satgas yang telah mengajarkan kepada anak-anak didik kami tentang baris berbaris," ungkap Samuel.


Samuel juga mengatakan, adapun kegiatan yang diajarkan oleh Personil Satgas merupakan kegiatan yang membentuk kedisiplinan dan patriotisme.


"Kami tentunya merasa bersyukur. Apalagi di Sekolah ini minim tenaga pendidik, sehingga hal tersebut kurang diajarkan,” ucap Samuel, sembari menambahkan bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan. (Kus)