Iklan

Kamis, 04 November 2021, 06.28.00 WIB
Last Updated 2021-11-03T23:28:09Z
Kabar Asahan

Gubsu Rakor Bersama KDH, Sebut Sejauh Ini COVID 19 di Sumut Sudah Menurun

Berita Viral

Asahan- Metrolangkat-binjai.com


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi secara langsung memimpin rapat koordinasi bersama para Kepala Daerah (KDH) ,baik itu Bupati/Walikota maupun para Forkopimda yang ada di Provinsi Sumatera Utara secara online atau virtual Rabu (3/11/2021) dirumah dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan



Acara rakor tersebut juga turut diikuti Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar,  Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, Kapolres Asahan  AKBP Putu Yudha Prawira, secara langsung dalam  kegiatan vaksinasi massal di SMP Negeri 1 Air Joman dengan sasaran 472 orang  Siswa/siswi SMP 1 Air Joman dan masyarakat umum berjumlah 500 orang.


Selain itu rakor dihadiri oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang turut ikut memberikan pengarahan dalam rakor.


Rapat koordinasi ini membahas mengenai perkembangan penanganan covid-19 di Sumatera Utara dan juga nasional. Panglima TNI dan Kapolri turut menyampaikan berbagai kebijakan terkait upaya pencegahan penularan varian baru.


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Panglima TNI yang telah ikut hadir rapat koordinasi.


Edy Rahmayadi menjelaskan per tanggal 2 November 2021, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumatera utara sebanyak 105.854 kasus, sembuh 102.665 dan meninggal 2.887 kasus.


“Yang pertama adalah konfirmasi kasus pasien positif covid-19 yang sudah sembuh dari bulan Agustus persentasenya sudah di angka 96,99% pada wilayah Sumatera Utara. Kondisi Covid-19 di Sumatera utara sejauh ini  sudah menurun,” tegas Edy.


Sedangkan saat ini persentase vaksinasi covid-19 di 16 kabupaten/kota masih dibawah target.


"November ini kami menargetkan vaksinasi mencapai lebih dari 50 persen di Sumut. Namun, hingga saat ini masih ada 16 kabupaten/kota yang cakupan vaksinasinya masih jauh dari angka itu," ungkap Edy


Dimana sesuai data yang kamu  peroleh, 16 daerah tersebut antara lain Kota Tanjungbalai, Padangsidimpuan, Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, Deli Serdang,  Asahan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Nias Selatan, Langkat, Labuhanbatu Selatan, Nias Barat dan Nias Utara.


Untuk itu guna mempercepat Pemprov Sumut bersama TNI dan Polri, kata Edy sudah membentuk tim di masing-masing daerah untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi .


“Kami telah bersepakat untuk menghapuskan cuti tahunan di akhir tahun ini, sesuai arahan dari Pemerintah dan memberi sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang sering terjadi hari libur besar seperti tahun sebelumnya,” sebut Edy.


Sementara Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, dalam paparannya menjelaskan bahwa Indonesia menempati posisi teratas se-Asia Tenggara dalam rangka pemulihan covid-19. Kapolri mengatakan capaian ini perlu dipertahankan dengan disiplin protokol kesehatan yang lebih ketat dan meningkatkan capaian vaksin.


“Kalau kita abai, kita lengah, resiko terjadinya gelombang ketiga covid-19 dikhawatirkan dapat terjadi. Untuk itu, hal ini menjadi peringatan bagi kita secara agar tidak terjadi fluktuasi peningkatan kasus covid-19,” tegasnya.


Sigit menekankan, protokol kesehatan juga sangat penting untuk terus dikawal. Kombinasi antara disiplin penerapan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi sangat penting dalam menanggulangi Covid-19.


“Kita harus antisipasi terhadap varian baru covid-19, karena di beberapa negara ada varian baru yang gejalanya mirip dengan varian delta. Untuk itu kita harus waspada agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, mari kita mengikuti anjuran pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan dengan lebih ketat,” imbau Sigit.


Pada kesempatan yang sama, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah masuk dalam semester keempat. Ia menambahkan bahwa negara lain sudah banyak yang terkena gelombang ke-3, karena diberikan rileksasi dan lupa dengan 3M protokol kesehatan.


“Kita Indonesia tidak boleh lengah, tidak boleh lupa, dan harus terus melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Hadi.


Hadi juga menambahkan Indonesia perlu meningkatkan tracking, tracing, dan testing. Menurutnya, saat ini masyarakat melakukan pengecekan, hanya untuk skrining persyaratan pergi ke luar kota. Hal lain yang menjadi fokusnya adalah vaksin, Hadi mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak mau divaksin.


“Perlu kerjasama dari semua pihak, sosialisasi kepada masyarakat, bahwa vaksin itu menyelamatkan masyarakat, bukan membahayakan masyarakat,”ujar Panglima (Depram)