Iklan

Jumat, 05 November 2021, 18.23.00 WIB
Last Updated 2021-11-05T11:23:04Z
Berita Terkini

Harga Pangan Strategis Mengalami Kenaikan Di Binjai

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Tenaga Kerja Perdagangan dan Perindustrian, sejumlah harga pangan strategis pada hari ini, Jumat (5/11) di sejumlah Pasar yang ada di Kota Binjai, seperti Pasar Tavip, Kebun Lada dan Pasar Brahrang, mengalami kenaikan.


Kenaikan itu diantaranya terjadi pada harga pangan strategis seperti Minyak Goreng Curah Kuning, Telur Ayam Kampung, Cabe Rawit Merah dan Bawang Merah Impor.


Hal itu dibenarkan oleh P Simamora, yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri. Diakuinya, khusus untuk jenis Minyak Goreng Curah Kuning, kenaikan tersebut sudah terjadi sekitar sepekan yang lalu.


"Sudah sekitar seminggu ini naik harganya. Namun kenaikan itu bukan dikarenakan Spekulan (orang yang mencari keuntungan dengan cara melakukan spekulasi-red), tetapi karena harga CPO yang naik sehingga berdampak dengan naiknya harga minyak goreng curah kuning. Kenaikan itu juga dialami secara nasional," ungkap P Simamora, saat dikonfirmasi awak media diruangannya, Jumat (5/11).


Pun begitu, lanjutnya, walau harganya mengalami kenaikan, namun pihaknya menjamin bahwa Stok Minyak Goreng Curah Kuning di Kota Binjai hingga saat ini masih aman. "Kalau stok sampai hari ini masih aman. Seminggu yang lalu harganya berkisar Rp 13.000, namun hari ini Rp 16.000," pungkasnya.


Disinggung apakah hal ini disebabkan karena adanya Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 36 tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit wajib kemasan, sehingga Minyak Goreng Curah perlahan akan dikurangi, pria berpostur kecil ini belum berani memastikannya.


"Memang Berdasarkan Permendag nomor 36 tahun 2020, untuk minyak goreng curah tidak diperbolehkan lagi dijual dan diberikan waktu hingga akhir tahun ini. Namun berdasarkan hasil zoom meting yang kami lakukan sekitar dua minggu lalu dengan Dinas Provinsi, belum membuahkan hasil yang tepat," beber P Simamora, sembari mengatakan, dalam zoom meeting itu masih membahas tentang tindaklanjut dari Peraturan itu dan belum sepenuhnya di akomodir.


Pun begitu, ia membenarkan bahwa rencananya hingga tanggal 31 Desember 2021, merupakan batas akhir yang diberikan kepada Distributor maupun Pengecer tentang adanya penarikan Minyak Goreng Curah.


"Kalau kami tentunya mendukung program Pemerintah. Karena memang minyak goreng curah tentunya tidak steril dan tidak higienis," tutur P Simamora, seraya menambahkan, sebelum adanya Permendag Nomor 36 tahun 2020, terlebih dahulu juga ada Permendag Nomor 80 tahun 2014, tentang minyak goreng wajib kemasan.


Disoal apakah pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para Distributor, Pedagang maupun masyarakat terkait akan ditiadakannya lagi Minyak Goreng Curah berdasarkan Permendag Nomor 36 tahun 2020 itu, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri di Dinasker Perindag Kota Binjai ini mengaku belum melakukannya.


"Sosialisasi memang belum kami lakukan karena kami menunggu petunjuk dari Disperindag Provinsi. Hingga saat ini kami masih sebatas kordinasi," bebernya, seraya mengatakan bahwa para Pedagang maupun masyarakat belum ada yang mengetahuinya. 


Sebagai Kasi Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri di Dinasker Perindag Kota Binjai, P Simamora menjelaskan, hingga saat ini pihaknya akan terus mengikuti keputusan dari Pemprovsu, dalam hal ini Dinas Perdagangan.


"Dengan adanya Peraturan itu, kita berharap masyarakat tidak menjadi resah. Sebab Kalau memang hal itu harus dilakukan, tentunya kami perlu sosialisasi dan tidak serta merta ditiadakan," ucap P Simamora.


Sedangkan untuk masalah harga, lanjutnya, Disnakerperindag tugasnya hanya memantau saja. Sedangkan untuk harganya dikembalikan kepada masyarakat.


Diakhir pembicaraannya, ia mengatakan bahwa pihaknya pada hari Senin (8/11) mendatang, akan melaksanakan zoom meting dengan Kememterian Perdagangan terkait survey harga barang. Dalam pelaksanaan itu, dirinya akan menyampaikan terkait hal itu. (Kus)