Iklan

Rabu, 03 November 2021, 12.42.00 WIB
Last Updated 2021-11-03T06:06:51Z
Berita Hari Ini

MD KAHMI Binjai Dukung Kebijakan Pemerintah Menarik Kebijakan PCR

Berita Viral

 
Herry Dani Lubis

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Walau sempat menjadi polemik karena Pemerintah memutuskan perjalan udara bagi calon penumpang Pesawat wilayah Jawa - Bali, diwajibkan menggunakan tes PCR (polymerase Chain Reaction) namun kini akhirnya masyarakat dapat bernafas lega.


Sebab, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, bahwa Pemerintah telah menetapkan perjalanan udara ke Pulau Jawa dan Bali serta keluar Jawa dan Bali, tidak lagi diwajibkan menggunakan tes PCR, namun cukup menggunakan tes Swab Antigen saja.


Hal itu diungkapkan Menko PMK Muhadjir Effendy, saat memberikan keterangan pers terkait evaluasi PPKM secara Virtual, Senin (1/11) kemarin.


"Perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR, cukup menggunakan tes Antigen. Artinya ini ada perubahan dari sebelumnya," ungkap Menko PMK.


Sebagai Menko PMK, Muhadjir Effendy juga menegaskan jika perubahan itu disampaikan Mendagri Tito Karnavian, dalam rapat terbatas bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.


Perubahan itupun disambut baik oleh berbagai pihak. Salah seorang yang setuju adanya perubahan itu adalah Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Binjai, Herry Dani Lubis.


Didukungnya kebijakan dari Pemerintah itu oleh Herry Dani salah satu faktornya dikarenakan biaya tes PCR yang mahal, sehingga masyarakat merasa terbebani, apalagi dimasa Pandemi Covid seperti saat ini.


"Tentunya kita setuju dengan kebijakan Pemerintah melalui Menko PMK yang menegaskan tidak perlu lagi syarat tes PCR kepada penumpang pesawat udara, sebab biayanya mahal," ungkap Herry Dani, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/11) siang.


Bukan hanya mahal, lanjut pria yang Dosen Ekonomi Syariah STAIS Al Islahiyah ini, dengan diwajibkan tes PCR bagi penumpang Pesawat Udara, tentunya juga sangat merepotkan masyarakat.


"Kalau masih diterapkan tes PCR bagi penumpang, tentunya juga merepotkan masyarakat saat menunggu hasil tes dan juga saat berada di Airport. Sebab calon penumpang harus menunjukkan aplikasi peduli dan ngantri panjang," pungkasnya, sembari berharap semoga indonesia segera terbebas dari Pandemi Covid-19.


Diketahui, Pemerintah sebelumnya mewajibkan penggunaan PCR untuk penerbangan pesawat Jawa Bali, dari yang sebelumnya diperbolehkan hanya dengan tes antigen.


Aturan tersebut kemudian direvisi dan diperbaharui seiring dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 56/2021 tentang perubahan Inmendagri 54/2021.


Namun keputusan baru itu sepeetinya belum berlaku saat ini karena masih harus menunggu aturan resmi yang dituliskan oleh Instruksi Mendagri, Surat Edaran Satgas Covid - 19, hingga pengaturan teknis dari Kementerian Perhubungan. (Tra)