Iklan

Rabu, 17 November 2021, 11.39.00 WIB
Last Updated 2021-11-17T04:39:13Z
Berita Hari Ini

Jelang Muktamar Ke-34 NU Sejumlah Nama Mulai Mencuat

Berita Viral

 

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU (Nahdlatul Ulama) rencananya akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang. Jelang hari H, sejumlah nama sudah mulai muncul untuk memperebutkan Kursi 1 di organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.


Sejumlah nama yang mulai mencuat akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU 2021-2026 diantaranya KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf, KH Marsudi Syuhud, KH Marzuki Mustamar dan KH Ahmad Bahauddin. 


Untuk itu, jelang Muktamar Ke-34 NU, para Pengurus maupun Kader Nahdlatul Ulama dari tingkat Pengurus Wilayah sampai Pengurus Cabang, berencana akan hadir dalam Muktamar NU Ke-34 yang rencananya akan dilaksanakan di Lampung.


Salah satu yang berencana akan hadir dalam pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU ini adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.


Hal itu dibenarkan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Binjai, Asmuri Hafiz. Diakuinya, jelang Muktamar Ke-34 NU, PCNU Kota Binjai tentunya sangat memdukung kegiatan tersebut.


"Alhamdulillah. Sebagai pengurus PCNU Kota Binjai, tentunya kami menyambut dengan senang jelang pelaksanaan Muktamar Ke-34 yang akan digelar pada tanggal 23 - 25 Desember 2021 di Lampung," ucap Asmuri Hafiz, Rabu (17/11) sembari mengucap syukur bahwa sampai saat ini kondisi internal PCNU Binjai tetap kondusif.


Tidak hanya itu, lanjutnya, jelang Muktamar Ke-34 NU, ia juga memastikan tidak ada gesekan gesekan di tubuh PCNU Kota Binjai.


Sebagai Ketua PCNU Kota Binjai, pria berpostur tinggi ini juga menjelaskan, hingga sampai hari ini pihaknya masih tetap fokus terhadap pembenahan Badan Otonom IPNU-IPPNU, Anshor, fatayat NU, Muslimat NU dan kegiatan lainnya seperti Lailatul ijtima' yang menjadi tradisi NU.


"Kita terus berupaya meningkatkan ghirah (semangat) ber NU, yang tadinya NU kultural menjadi NU struktural sampai ke tingkat Majelis Wakil Cabang ( MWC) yang di kecamatan, tingkat Ranting yang ada di Kelurahan, bahkan anak ranting di setiap lingkungan," urai Asmuri Hafiz.


Disinggung siapakah sosok yang tepat menjadi Ketua Umum PBNU 2021-2026, pria yang juga dipercaya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren An Nadwa Binjai ini terkesan enggan membukanya terlebih dahulu.


"Kalau ditanya sosok Ketua Umum, pastinya hari ini terus diperbincangkan, terutama di kalangan warga Nahdliyin. Sosok itu juga setidaknya dapat mengayomi seluruh warga Nahdliyin sampai ke tingkat Cabang-cabang di Kabupaten Kota, mempunyai keilmuan yang mumpuni, tanggap dalam seluruh situasi, sehingga dapat dirasakan manfaatnya untuk seluruh elemen masyarakat," tutur Ketua PCNU Kota Binjai ini.


Bukan hanya dapat mengayomi seluruh warga Nahdliyin, sambung Asmuri Hafiz, pihaknya juga menginginkan sosok Ketua Umum NU yang mengayomi seluruh ummat dalam berbangsa dan bernegara.


 "Sebab ini juga yang telah dicontohkan Rasulullah sebagai Rahmatan lil 'alamiin," tutur Asmuri.              


Saat dikonfirmasi terkait persaingan dari calon Ketua Umum NU jelang Muktamar Ke-34, pria yang selalu akrab dengan awak media ini dengan tegas mengatakan bahwa Muktamar bukan merupakan suatu persaingan, apalagi untuk dipertandingkan.


"Nama nama yang muncul sampai hari ini dan sedang ramai diperbincangkan terutama di kalangan Nahdliyin, mereka adalah tokoh-tokoh kita, ulama ulama kita yang tidak layak untuk dipertandingkan. Tapi saya berkeyakinan mereka mempunyai visi yang sama, yaitu untuk membangun sinergitas yang baik sampai ke cabang cabang, bahkan ke ranting, mengawal NKRI dan demi kemaslahatan ummat dalam berbangsa dan bernegara," tegasnya.


Untuk itu Asmuri Hafiz berharap, siapapun nanti yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum atau siapa pun nanti yang gagal tidak masuk dalam bursa pencalonan, ia yakin mereka adalah tokoh dan ulama kita yang akan terus bersama membangun NU lebih baik lagi. 


"Apalagi NU adalah Ormas terbesar yang tidak hanya memiliki Cabang-cabang di Kabupaten Kota, tapi sampai kepada Cabang istimewa yang berada di luar negeri, sehingga hajatan besar Muktamar nantinya berjalan sejuk, damai dan tidak ada merasa persaingan," pungkas Asmuri.


Selaku Ketua Tanfidziyah NU Binjai dan pengasuh pondok pesantren An Nadwa Binjai, Asmuri Hafiz juga menambahkan, jelang hajatan Muktamar Ke-34 nantinya tidak merasakan adanya intervensi, apalagi penekanan penekanan dari pihak luar seperti yang diisukan selama ini.


"Ingat!!! NU adalah Ormas besar yang didalamnya adalah ulama ulama kita, maka jangan sampai tercederai Muktamar ini hanya untuk kepentingan kepentingan pribadi atau golongan tertentu," ungkap Asmuri Hafiz.


Disinggung siapa yang layak untuk duduk di Rais Aam, wakil Rais, Katib, dengan bijaksana Asmuri mengatakan bahwa nama nama yang muncul juga layak untuk menempati posisi itu. "Hanya di posisi saja yang nantinya berbeda," pungkasnya.


Diakhir ucapannya, Asmuri Hafiz mengatakan, atasnama pribadi dan atasnama PCNU Binjai, ia berharap agar perhelatan hajatan besar Muktamar Ke-34 nantinya dapat berjalan dengan sejuk dan damai. "Wallaahul muwafiq ilaa aqwamit thariq," demikian kata Asmuri Hafiz diakhir pembicaraannya. (Tra)