Iklan

Rabu, 17 November 2021, 21.21.00 WIB
Last Updated 2021-11-17T14:21:25Z
Berita Terkini

Kajari Binjai Tetapkan Dua Tersangka Baru Dugaan Korupsi Didinas Perhubungan

Berita Viral

 
Kajari Binjai saat paparkan tersangka baru kasus CCTV didinas perhubungan Kota Binjai

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Perhubungan Kota Binjai Tahun Anggaran 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, menetapkan 2 tersangka baru, yaitu SY dan CSA, Rabu (17/11) sekira pukul 16:00 Wib.


Penetapan tersangka terhadap SY dan CSA, dipaparkan langsung oleh Kajari Binjai M. Husein Admaja SH MH, melalui Kapala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Binjai M Haris SH MH, bersama dengan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Binjai Donel Haratua Sitinjak SH.


Dalam press release yang dilaksanakan di Area Konferensi Pers Kantor Kejari Binjai, Jalan T Amir Hamzah Nomor 378 Kecamatan Binjai Utara, Pihak Kejari Binjai memaparkan keterkaitan serta peran dari tersangka SY dan CSA dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.


"Hari ini kita menetapkan 2 tersangka baru dalam dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Perhubungan Kota Binjai. Pertama ialah SY selaku Pengguna Anggaran (PA) dan CSA yang bertindak sebagai rekanan dari CV Agata Inti Mulia," kata M Haris SH MH, dihadapan para awak medis.


Dirinya juga menjelaskan, dari perhitungan yang dilakukan oleh pihaknya bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara, terdapat kerugian dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah, atas 4 item pekerjaan pada Dishub Kota Binjai di tahun anggaran yang sama.


"Dari hasil pengembangan dalam penyelidikan ditemukan adanya penggunaan anggaran senilai Rp 776.941.000,- yang terbagi dalam empat jenis pekerjaan secara penunjukan langsung. Dari sana, berdasarkan perhitungan BPKP Sumut ada temuan kerugian sebesar Rp.388.978.739,-," jelas M Haris.


Selain menetapkan SY yang diketahui aktif sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Binjai, pihak Kejari Binjai juga turut memaparkan proses hukum lebih lanjut dari tersangka JP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang sebelumnya telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terhitung sejak Juni lalu.


"Terkait tersangka JP, yang sama sama kita ketahui telah terdaftar sebagai DPO Kejari Binjai sejak Bulan Juni lalu, kita akan lanjutkan proses sidangnya di Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus Medan," paparnya.


Proses sidang yang dimaksud pihak Kejari Binjai, tambah M Haris, adalah melalui persidangan In Absentia atau dengan istilah lain persidangan tanpa dihadiri sang terdakwa.


"Atas tersangka JP kita limpahkan ke pengadilan dan akan di sidangkan secara In Absentia. Hal ini dikarenakan yang bersangkutan berstatus DPO dan masih dalam proses pencarian Institut Kejaksaan," tegasnya.


Disoal apakah nantinya SY dan CSA yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Binjai, akan dilakukan penahanan, Kasi Intel Kejari Binjai menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu akan memeriksa yang bersangkutan sebagai tersangka dan menyerahkannya kepada penyidik.


"Kita akan panggil dan periksa dahulu SY dan CSA sebagai tersangka, selanjutnya akan kita kabari rekan-rekan media, dalam waktu dekat ini," tutupnya.


Sebelumnya, Korps Adhyaksa di bawah kepemimpinan Kajari Binjai M Husein Admaja SH MH, melakukan serangkaian penyelidikan, penyidikan disertai dengan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap beberapa orang pejabat di Dishub Kota Binjai. Hal itu guna membongkar scandal dugaan korupsi Proyek CCTV Tahun Anggaran 2019 lalu. (Kus)