Iklan

Sabtu, 06 November 2021, 15.03.00 WIB
Last Updated 2021-11-06T08:03:45Z
Berita Terkini

PCNU Kota Binjai Direncanakan Menghadiri Muktamar Ke-34 NU

Berita Viral

 
Photo int

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Jelang pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU (Nahdlatul Ulama) yang akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang, sejumlah nama mulai digadang gadang untuk memperebutkan Kursi 1 di organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.


Sejumlah nama yang terlihat mulai digadang gadang akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU 2021-2026 diantaranya adalah KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf, KH Marsudi Syuhud, KH Marzuki Mustamar dan KH Ahmad Bahauddin. 


Sejumlah Pengurus maupun Kader Nahdlatul Ulama dari tingkat Pengurus Wilayah sampai Pengurus Cabang, berencana akan hadir dalam Muktamar NU Ke-34 yang akan dilaksanakan di Lampung.


Salah satu yang berencana akan hadir dalam pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU ini adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.


Rencana akan hadirnya mereka dibenarkan oleh Sekretaris PCNU Kota Binjai, Ahmad Amri Siregar. Diakui pria yang selalu akrab dengan awak media ini, setidaknya sebanyak 5 orang akan berangkat ke pelaksanaan Muktamar Ke-43 NU mendatang.


"Benar, setidaknya ada 5 orang pengurus rencananya akan berangkat. Namun jumlah itu belum fixed. Karena jumlah itu bisa saja bertambah," ungkap Amri, sapaan akrab Ahmad Amri Siregar, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (6/11) siang.


Pun begitu, lanjut Amri, untuk kepastiannya jumlah orangnya, pihaknya akan terlebih dahulu melakaanakan musyawarah dalam waktu dekat ini.


"InsyaAllah pada minggu pertama Desember tahun ini, kita akan melaksanakan musyawarah. Nanti dari Rais Syuriah dan Tanfidziyah yang merumuskannya," beber Ahmad Amri Siregar, sembari berharap semoga hasil pleno nantinya sesuai seperti yang diharapkan.


Saat disinggung seperti apa sosok Ketua Umum PBNU yang ideal untuk menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara kedepannya, pria yang memiliki rekam jejak sebagai Ketua IPNU kota Binjai dan kader PMII serta GP Ansor ini mengakui bahwa dirinya berharap Ketua Umum PBNU nantinya adalah sosok yang dapat mengayomi semua anggota di seluruh Indonesia, serta dapat menghadapi dinamika seperti saat ini.


"Contohnya seperti penanganan Covid-19, inovatif serta dapat adaptif terhadap perkembangan jaman serta memiliki pemahaman ilmu agama yang mendalam," harap Sekretaris PCNU Kota Binjai ini.


Disinggung siapa sosok yang tepat untuk memimpin PBNU mendatang, pria berkulit kuning langsat ini terlihat malu dan enggan menyebutkannya. 


"Nantilah itu, dalam waktu dekat ini akan kita musyawarahkan. Intinya adalah serius, siapapun nanti yang terpilih, kami berharap memang track record nya benar benar teruji dan berpengalaman dalam berorganisasi, khususnya NU," urai Amri, sembari bercanda.


Disoal bagaimana kondisi internal kepengurusan PCNU Kota Binjai dalam menyikapi penyelenggaraan Muktamar Ke-34 ini, Amri mengakui bahwa pihaknya juga menunggu arahan dari Pengurus tingkat yang lebih tinggi.


"Semoga Muktamar Ke-34 dapat berjalan dengan lancar dan melahirkan kebijakan kebijakan demi kemaslahatan ummat," harap Sekretaris PCNU Kota Binjai, Ahmad Amri Siregar.


Diketahui, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengatakan, Pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang.


Keputusan tersebut disampaikan KH Said Aqil Siroj disela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2021 di Jakarta, Sabtu (25/9) lalu.

 

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah antara Kiai Said dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjend PBNU H Helmy Faishal Zaini.


Sebagai informasi, Muktamar ke-34 NU sejatinya semula direncanakan digelar pada Oktober 2021 kemarin, seperti yang diputuskan dalam konferensi besar pada 2020 silam. Dalam pernyataannya, seperti dikutip dari NU Online, Miftachul meminta maaf kepada seluruh pengurus NU di semua tingkat dan warga nahdliyin karena PBNU terlambat menjalankan agenda Munas-Konbes dan Muktamar akibat pandemi Covid-19.


Ia juga menyampaikan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang saat ini dilaksanakan adalah sebagai bagian dari upaya untuk membuat keputusan yang pasti tentang jadwal pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34. (Kus)