Iklan

Jumat, 26 November 2021, 13.39.00 WIB
Last Updated 2021-11-26T06:39:56Z
Berita Terkini

Segini Kenaikan Upah Buruh Yang Dicanangkan Pemerintah, Angkanya Bikin Geleng Geleng Kepala

Berita Viral


 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Kehidupan kaum buruh Indonesia semakin hari dirasa semakin sulit dan seakan terus terjepit di masa Pandemi ini. 


Sebab, dengan pendapatan ataupun gaji tak seberapa alias sedikit, mereka wajib memenuhi kebutuhan sehari-hari buat keluarganya. Akhirnya, karena tidak mencukupi, hutang pun akhirnya melilit.


Hal itu merupakan ungkapan hati paling dalam dari para buruh yang kini hidupnya kian memperihatinkan di negara yang katanya ingin menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup kaum pekerja sejak awal negeri ini merdeka.


Dari ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang selalu saja menghantui kaum buruh Indonesia, hingga kenaikan upah minimum yang ditetapkan Pemerintah yang tidak seberapa, menjadi keluhan jiwa bagi mereka yang 'diperas' tenaga dan keringatnya demi memenuhi kantong kantong para pengusaha.


Sebab menurut kabar yang mereka terima, hanya sekitar Rp 500 (Lima Ratus Rupiah) saja kenaikan upah yang ditetapkan oleh Pemerintah tingkat II di Provinsi Sumatera Utara. 


Kota Binjai, yang awalnya menetapkan Upah Minimum (UM) sebesar Rp 2.614.781 per bulannya, kini menambahkannya menjadi Rp 2.630.684,5.


Kalkulasi dari perhitungan diatas, per bulan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai hanya menaikan UM kaum buruh sebesar Rp 15.903,5, atau tepatnya di angka Rp 530.


Pertambahan ini, bahkan dinilai kurang untuk membeli sepotong roti untuk setiap harinya.


Berdasarkan data yang diperoleh awak media dari berbagai narasumber, termasuk pihak Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Perdagangan Kota Binjai (Disnakerperindag). 


Penetapan kenaikan upah tersebut diambil setelah menggelar rapat bersama beberapa pihak.


Rapat digelar di kantor Disperindag Kota Binjai, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan serikat buruh/pekerja, perwakilan pengusaha, perwakilan Pemerintah dan perwakilan dari Perguruan Tinggi.


Dari rapat yang digelar tanpa melibatkan unsur Pers sebagai wahana kontrol sosial sekaligus pekerja dari dunia usaha bidang media pada Selasa 23 November 2021 lalu, Pemko Binjai, pengusaha dan perwakilan perguruan tinggi, menyetujui penetapan kenaikan upah yang nilainya hanya bisa membeli satu sachet shampoo untuk rambut saja.


Alibinya, kenaikan upah yang ditetapkan tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Berdasarkan dengan data yang diperoleh awak media, penetapannya diambil dengan memperhatikan Surat Edaran Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor /383/HI.01.00/XI/2021 Tanggal 9 November 2021 dan Surat Edaran Gubernur Nomor 561/6392/SJ/2021, Tanggal 15 November 2021 Tentang Upah Minimum Tahun 2022.


Keputusan itu dihitung berdasarkan penghitungan, menggunakan formula Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.


 Dari data yang sama pula, perhitungan rumus yang tak dimengerti oleh kebanyakan kaum buruh, akan berlaku efektif pada 1 Januari 2022, atau tahun depan.


Hal ini dibenarkan oleh pihak Pemko Binjai. Walikota Binjai Amir Hamzah, melalui Plt Kepala Disnakerperindag Joner Lumbantoruan, mengatakan, akan membawa penetapan kenaikan upah minimum buruh tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara.


"Benar, kenaikannya seperti yang disebutkan tadi, nanti tanggal 30 ini saya bersama pak Walikota Binjai akan membawanya ke bapak Gubernur," kata Joner.


Disoal kenaikan upah yang hanya sekitar 500 rupiah per hari, Joner menambahkan, pihaknya akan membahas bersama Gubernur, apakah nantinya bertambah atau malah berkurang dari nilai yang sudah ditetapkan.


"Perhitungannya itu ada formulanya, nanti kan kita bawa dulu ke gubernur. Apakah disetujui atau bagaimana nanti. Kalau soal detail formula perhitungannya, nanti sama kabid (Kepala Bidang) saya saja nanti ya," tambahnya.


Terpisah, Ray, salah seorang buruh yang berhasil dimintai tanggapannya oleh awak media terkait penetapan kenaikan upah dengan kisaran nilai cukup fantastis kecilnya itu mengatakan, dalam mengambil keputusan, Pemerintah dinilai kurang mempedulikan nasib para kaum buruh.


"Ada ada saja Pemko Binjai ini, masa pula cuma lima ratus perak per hari. Untuk beli roti sepotong pun gak cukup bagaimana itu.


 Kalau begini, saya menilai pemerintah seakan tidak peduli dengan nasib kaum buruh. Karena memang kalau dilihat betul-betul, keputusan itu pun tidak ditandatangani oleh perwakilan buruh/pekerja. Ini artinya kami menolak kenaikan yang nilainya tidak manusiawi begitu," ujar Ray, Jumat (26/11). (Tra)