Iklan

Rabu, 10 November 2021, 16.12.00 WIB
Last Updated 2021-11-10T09:12:59Z
Berita Hari Ini

Ssssttt...!! Di Langkat Limbah Vaksin Dibuang Sembarangan

Berita Viral
Jarum suntik Vaksinisasi dibuang sembarangan akibat lemahnya pengawasan dari dinas kesehatan Langkat


Langkat- Metrolangkat-binjai.com


Upaya pemerintah melindungi warganya dari virus berbahaya Covid-19 dengan menerapkan berbagai upaya pencegahan mulai mencuci tangan,jarak (sosial distancing) pakai masker hingga diberlakukannya Vaksinisasi massal disetiap pelosok.


Langkah tersebut dilakukan agar wabah Covid-19 dapat ditekan dan penyebaran virus tersebut segera berahir. Tapi apa jadinya bila sisa limbah atau barang bekas yang dipakai untuk penangkal Covid tadi tidak diperlakukan sebagai mana mestinya.


Seperti sisa jarum vaksin yang dibuang sembarangan. Hal ini selain rawan menimbulkan penyakit baru,juga telah menyalahi standart operasional (SoP) penanganan limbah medis.


Hal tersebut ditemukan wartawan media ini belum lama ini dilokasi tempat pembuangan ahir sampah ( TPA) milik Pemerintah Kabupaten Langkat. Ratusan jarum suntik yang baru digunakan untuk Vaksinisasi kepada warga dibuang begitu saja.


Tak ada wadah khusus tempat jarum-jarum tersebut. Jarum bekas tadi hanya dimasukkan kedalam sebuah kotak berukuran kecil dan dibungkus kantong plastik. 


Para pekerja di TPA sempat dibuat takut melihat banyaknya jarum yang berserakan. Mereka khawatir bila jarum-jarum tersebut menimbulkan penyakit baru." Inikan bekas Vaksin yakan pak,takutnya terinjak menularkan penyakit lain." Ujar seorang pekerja yang mulai mengais tumpukan sampah.


" Jarang kali ada sampah kayak begini,ini kayaknya memang sengaja dibuangkan,sebab jumlahnya banyak sekali,"ungkap pria paruh baya ini.

Terpisah Plt Kadiskes Langkat dr Juliana yang dikonfirmasi Metrolangkat-binjai.com melalui saluran whatsapp Rabu (10/11) mengatakan kalau limbah vaksin tersebut tidak boleh dibuang sembarangan.


" Ngak boleh,katanya singkat dikonfirmasi soal pembuangan tersebut. Dan sesuai dengan SOP biasanya ada box khusus." Sambungnya. Ditanya mengapa bisa terjadi kesalahan seperti ini, dr Juliana mengatakan kalau semua Puskesmas sudah kerjasama dengan pihak Ke 3.


" Bila sudah kerjasama dengan pihak ketiga,berarti pengawasan yang abai dalam kasus ini cecar wartawan. Dengan enteng kadis perempuan ini menyarankan untuk konfirmasi saja ke epi. " Kordinasi aja dgn buk epi ya.' ketusnya sambil mengirimkan nomor ponsel.( YG)