Iklan

Senin, 22 November 2021, 00.02.00 WIB
Last Updated 2021-11-21T17:02:50Z
Berita Terkini

Sudah Ditikam Dan Diculik Malah Ditahan, Wanita Ini Minta Polisi Bebaskan Suaminya Dari Tahanan

Berita Viral
Anak dan istri Aswad Nur

 Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Sudah hampir 2 bulan lamanya, tepatnya pada Kamis (30/9) lalu, Aswad Nur alias Ari (41) warga Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, ditahan oleh Satreskrim Polres Binjai. 


Namun menurut Istrinya yang bernama Halimatun Sakdiah (34) dirinya hingga saat ini belum menerima Surat Perintah Penangkapan dari Satreskrim Polres Binjai.


Hal itu dikatakan Halimatun Sakdiah, saat ditemui dirumahnya yang saat ini bertempat tinggal di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Minggu (21/11). 


"Sampai saat ini, selembar suratpun belum ada saya terima dari polisi. Pada waktu itu saya hanya dihubungi untuk mengambil HP dan dompet suami saya," ungkapnya.

Sembari menangis dan ditemani 3 orang anaknya yang masih kecil kecil, Halimatun Sakdiah mengaku bingung mengapa suaminya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. 


Sebab menurutnya, pada saat kejadian itu, suaminya menjadi korban karena diculik dan dibacok serta ditikam oleh beberapa orang pelaku yang menculiknya pada saat akan membuat Tapal Batas dilahan milik Daud Ketaren dilahan eks HGU PTPN II, yang beralamat di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.


"Padahal suami saya kan menjadi korban. Diculik, dibacok kepalanya, ditikam pahanya, disiksa, oleh para pelaku yang menurut suami saya dilakukan di kandang lembu didaerah Kolam, Kecamatan Binjai Timur Tapi mengapa malah suami saya yang ditahan," ungkapnya sembari menangis dan memeluk anak anaknya.


Padahal menurut Halimatun Sakdiah, pasca kejadian, Suaminya sudah membuat laporan ke Polres Binjai, dengan laporan Polisi nomor : LP/B/634/X/2021/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara, tanggal 01 Oktober 2021, serta Tanda Bukti Lapor nomor : STTLP/259/X/2021/SPKT-C/RES Binjai, dengan perkara Tindak Pidana Penganiayaan secara bersama sama, atas nama terlapor Muhammad Yoga Pranata CS.


"Tapi mengapa suami saya yang tahan. Saya mohon lepaskan suami saya. Kasihan saya dan juga anak anak kami yang menunggunya pulang," urainya seraya airmatanya terus berlinang. 


Diakui Halimatun Sakdiah, selama suaminya ditahan di Mapolres Binjai, dirinya mengaku pernah beberapa kali mengunjungi suaminya. 


"Suamiku pernah bilang pada saat saya temui di tahanan, selama diculik oleh OTK, selain ditikam dan kepalanya dibacok, ia juga mendapat siksaan yang luar biasa. Bahkan katanya dua bilah parang sempat dikalungkan dileher suami saya," beber Halimatun Sakdiah.


Untuk itu, selain meminta agar Suaminya segera dilepaskan, Halimatun Sakdiah juga meminta kepada petugas Kepolisian agar segera mengamankan para pelaku yang telah menyiksa dan menganiaya suaminya tersebut.


"Kepada pak Polisi, saya juga mohon segera ditangkap para pelaku yang telah mengaiaya suami saya," harapnya Halimatun Sakdiah, sembari mengatakan, menurut informasi yang didengarnya, berkas suaminya hingga saat ini masih P-19 karena ditolak oleh pihak Kejaksaan Negeri Binjai karena dinilai belum lengkap.


"Yang saya dengar, berkasnya belum lengkap," ucap wanita ini.


Sebelumnya, Kaaatreskrim Polres Binjai AKP Yayang RizkI Pratama, saat dikonfirmasi awak media menegaskan jika salah seorang dari terduga pelaku sudah diamankan oleh pihaknya. "Benar, seorang pria berinisial Y sudah kami amankan," ungkapnya beberapa hari yang lalu.


Menurut keterangan dari beberapa sumber yang berhasil dirangkum, aksi penculikan disertai dengan kekerasan yang menimpa Aswad Nur, terjadi pada hari Kamis (30/9) Siang. 


Akibatnya, Aswad dilarikan ke RSUD dr Djoelham Binjai, karena menderita luka bacok dan penusukan di beberapa bagian tubuhnya setelah berhasil diselamatkan oleh Satreskrim Polres Binjai. 


Kejadian berawal saat Aswad beserta beberapa rekannya akan membuat Tapal Batas tanah milik Daud Ketaren, di Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Daud Ketaren merupakan pemilik lahan dengan alas hak SK Gubernur tahun 1951 yang dikeluarkan pada tahun 1953, serta dikuatkan dengan SK Lurah Mencirim pada tahun 2010 yang ditandatangani oleh Erwin Syahputra S.Sos selaku Lurah Mencirim.


Namun, pada saat Aswad bersama rekan rekannya memerintahkan operator alat berat jenis Excavator menuju titik pembuatan tapal batas, tiba tiba muncul segerombolan Orang Tidak Dikenal (OTK) yang berjumlah puluhan orang dan langsung menyerang para pekerja dengan menggunakan senjata tajam dan panah.


Naas, walau berusaha untuk kabur, namun Aswad Nur yang berperawakan besar dan akrab disapa dengan panggilan Ari ini, langsung dikejar oleh segerombolan OTK dan ditangkap, untuk selanjutnya dibawa mereka. (Red)