Iklan

Selasa, 09 November 2021, 15.52.00 WIB
Last Updated 2021-11-09T08:52:16Z
Berita Hari Ini

Upah Tak Naik,Buruh Ancam Lakukan Aksi Mogok Nasional

Berita Viral

 
Photo ilustasi net.

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Jika tuntutan buruh terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota tidak didengar atau tidak direspon oleh Pemerintah, maka para buruh akan melakukan mogok kerja secara nasional.


Hal itu dikatakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (K.SPI) Said Iqbal, Rabu (3/11) lalu. Ia juga mengatakan, tuntutan tersebut rencananya akan disampaikan dalam aksi unjukrasa pada esok hari, Rabu 10 November 2021.


Pada kesempatan itu, Said Iqbal juga menegaskan aksi tersebut rencananya akan diikuti lebih dari 10.000 buruh dari 1.000 Pabrik yang ada di 26 Provinsi dan lebih dari 150 Kabupaten Kota.


Terkait rencana akan digelarnya unjukrasa pada Rabu, 10 November 2021 seperti yang disampaikan Said Iqbal, awak media mencoba menghubungi salah seorang Ketua organisasi yang berbentuk Federasi berdasarkan lapangan pekerjaan pada industri dan jasa sejenis yang mandiri. 


Adalah, J Payo Sitepu, Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) Kota Binjai. Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari F.SPTI-K.SPSI Sumatera Utara.


"Benar, hingga saat ini kami masih menunggu arahan, sebab belum ada petunjuk dari Sumut," ungkap J Payo Sitepu, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (9/11) siang.


Sebagai Ketua PC F.SPTI-K.SPSI Kota Binjai, pria yang selalu akrab dengan awak media ini juga menghimbau kepada para buruh, khususnya yang berada dalam organisasi F.SPTI-K.SPSI yang dipimpinnya, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan organisasi maupun diri sendiri, sebelum ada petunjuk dari Pengurus.


"Kami himbau untuk tetap sabar sembari menunggu arahan," ucap J Payo Sitepu.


Diketahui, adapun rencana tuntutan unjukrasa seperti yang disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (K.SPI) Said Iqbal, yaitu terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10 persen, menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten Kota (UMSK) dan mencabut Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta tetap memberlakukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tanpa diikat oleh UU Cipta Kerja. (Kus)