Iklan

Kamis, 04 November 2021, 15.11.00 WIB
Last Updated 2021-11-04T08:11:58Z
Berita Hari Ini

Warga Pertanyakan Sosialisasi Polres Binjai Diwarung Tuak

Berita Viral
Sanni Abdul Fattah


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara terkait adanya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba yang digelar oleh Polres Binjai pada Rabu (3/11) malam.


Dikatakan Sanni, walau ia mendukung sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, namun kegiatan yang dilakukan oleh Polres Binjai di dua lokasi yang berbeda, yaitu di Kedai Tuak Kebun Kelapa serta masyarakat yang berada di Cafe Armada, yang keduanya beralamat di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Binjai Selatan, menurutnya tidak tepat.


"Kami mau bertanya kepada Kapolres Binjai, apakah tuak diperbolehkan dan apakah tuak itu boleh di jual secara bebas. Beliau (Kapolres Binjai-red) membuat sosialisasi gangguan Kamtibmas khususnya dibidang narkoba itu dilokasi tempat minum tuak, berarti tuak diperbolehkan dan boleh bebas menjualnya ya," ungkap Sanni Abdul Fattah, Kamis (4/11) siang.


Sebab, ungkap pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Pengacara dan Jawara Bela Ummat (Pejabat) Kota Binjai ini, salah satu penyebab terjadinya tindak pidana kriminal dikarenakan minum minuman yang memabukkan, seperti tuak.


"Ini sudah sering kita saksikan maupun kita dengar. Gimana mungkin tidak akan terjadi gangguan Kamtibmas di tempat tempat seperti itu, sementara tuak menurut kami mengandung alkohol dan bisa menghilangkan akal sehat. 


Apa jadinya kalau seseorang sudah kehilangan akal sehat!! Pasti yang terjadi adalah kesalahpahaman, perselisihan, pertengkaran bahkan bisa saja akan terjadi perkelahian yang berujung pada pembunuhan. Bukankah itu gangguan Kamtibmas," ujar Sanni Abdul Fattah.


Tidak hanya itu, lanjut pria yang juga menjabat Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai, pihaknya juga pernah mendengar bahwa pelayan pelayan wanitanya di Kedai Tuak Kebun Kelapa tersebut pakaiannya minim. (Red)